Marketing itu tak sulit


Saya ingin mencoba berbagi dengan anda para pembaca disini, tentang sebuah pengalaman dalam hal membina sebuah bisnis, ini murni dari pengamatan dan pengalaman pribadi,  bukan didapat dari materi bangku kuliah, semoga pengalaman ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi anda semua.

Manusia itu pada dasarnya adalah seorang sales, semua aspek kehidupannya dan seluruh jenis profesi yang ada pun pada dasarnya adalah berdagang, tidak bisa dikatakan tidak.

Mari simak beberapa hal yang akan saya contohkan disini :

  • Seorang Ustadz pada dasarnya adalah berdagang, dia berdagang menyampaikan ilmu-ilmu agama agar masyarakat “mau membelinya”  hanya saja, dagangannya ini menghasilkan bernilai pahala dan syurga, kecuali orang-orang yang tujuannya menjajakan ilmu agama untuk ditukar dengan nilai dunia.
  • Seorang dokter menjajakan ilmu kedokterannya agar dibeli oleh masyarakat yang sakit.
  • seorang tukang ojek menjajakan jasanya untuk mengantarkan orang lain sampai ditujuannya
  • Seorang pegawai negeri menjajakan kemampuannya mengolah administrasi, planologi,dan yang lainnya untuk selanjutnya dibeli oleh negara dan dibayar melalui gajinya.
  • Saya pun berdagang aneka herbal dan jahe merah karomah dengan seluruh variantnya😀

Nah benarkan semua profesi itu pada dasarnya adalah berdagang?

Yang membedakan satu profesi dengan profesi lainnya adalah “apa” yang didagangkannya.

Perdagangan jika kita kategorikan meliputi 2 hal, yaitu :

  1. Perdagangan barang yang real ada barangnya, ini mudah contohnya, seperti tukang sayur dan saya tukang jahe merah karomah instant yang berkhasiat mengatasi masuk angin, pegal, susah buang air besar, rematik, asam urat, batuk, pilek, demam, dll (Hi hi hi .. jadi iklan separuh:mrgreen:
  2. Perdagangan yang tidak merupakan barang semisal menjual jasa, keahlian, informasi, dan lain-lain

Dalam hal berdagang, kuncinya adalah jangan pernah berkata tidak bisa, karena bakat dagang sebenarnya muncul secara alami dan sudah menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari sejak kita kecil hingga dewasa kini. Lihatlah bagaimana si anak di Sekolah Dasar membuat karangan, puisi, mengerjakan tugas-tugasnya (PR-nya – khusus buat yang bukan tukang nyontek :D) dia berdagang untuk ditukar hasilnya dengan nilai-nilai yang bagus.

Namun pada makna dagang yang sebenarnya, kemampuan itulah yang harus di olah dan dibangkitkan, terlebih dimasa sulit ekonomi dan pekerjaan seperti sekarang ini. saat setiap tahunnya berbagai jebolan SMU,SMK, Perguruan Tinggi berhamburan melesat bagaikan anak-anak panah di medan pertempuran, persaingan semakin ketat, baik dalam sisi keahlian ataupun sogokan, dan kita tak bisa menutup diri untuk masalah sogokan ini, bayangkan dari sebuah “Rahasia Umum” saja, untuk masuk PNS saja sudah harus merogoh kock hingga Ratusan Juta Rupiah, kadang jika kurang “Penyogoknya” maka terjadilah pengalihan posisi..

Nah bagi anda yang senasib dengan saya, kaum kecil, wong cilik rakyat jelata yang tak memiliki dana yang cukup, serta kemampuan dan ijazah yang tak memadai untuk bersaing, maka dunia berdagang adalah alternatif terbaik untuk kita. Karena dunia ini luas, ibarat sebuah bola yang tak bertepi, saya katakan hal tersebut adalah karena, apa yang bisa kita dagangkan itu banyak sekali😀

Beberapa langkah untuk memulai berdagang.

1. Tanamkan dulu kejujuran anda

Berusahalah untuk senantiasa kuat memegang amanah yang diberikan walaupun itu tak bernilai besar, karena dari batu-batu kecillah gunung itu menjadi terlihat besar. Anda tak perlu risau saat tak memegang modal, karena tak sedikit perdagangan besar dimulai dengan tanpa modal uang atau barang, hanya bermodalkan sebuah kejujuran.

2. Anda harus menjadi seorang yang ulet.

Keuletan dalam hal berdagang merupakan sebuah hal yang wajib harus kita miliki, dari keuletan inilah kita bisa belajar dari sebuah kegagalan, kita bisa mencoba menegakkan kaki disaat kita jatuh, dan beranilah dalam hal melakukan spekulasi-spekulasi yang bersifat “Jika kita pandang itu dari pengalaman kita bisa berhasil dan dari pengalaman orang telah banyak yang berhasil” mengapa tidak kita coba terapkan?

3. Mulailah mencari omzet besar dengan mengumpulkan laba-laba yang kecil, jangan pernah menyepelekan laba yang tak seberapa, tapi hitunglah semua laba itu dengan timbangan kuantitasnya jika kita bisa berhasil kelak. Berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian bersakit-sakit dahulu jangan mati kemudian eh salah, maksudnya bersenang-senang kemudian😀 . Jika saat ini anda hanya mampu meghasilkan cukup buat makan, maka bersyukurlah karena masih banyak yang sulit mencari makan.

4. Cobalah memulai dengan mencari link dan membangun jaringan, karena usaha bersama itu lebih diberkahi ketimbang usaha sendiri, karena rezeki 9 orang, berbeda dengan rezeki 1 orang.

5. Memulai dengan mencari jenis usaha yang tak memiliki resiko tinggi. Semisal tak mudah basi, dibutuhkan tanpa mengenal musim, dikonsumsi oleh berbagai lapisan kalangan, dll . Maka janganlah bisnis yang bisa berurusan dengan kantor Polisi, karena walaupun labanya besar, berdagang Narkoba dan racun itu akan memakan diri sendiri, baik berakhir di sel penjara atau menjadi sengsara di hari akhirat.

6. Perkuat mental mu dan rubah penampilanmu. Maknanya adalah, saat kita berhubungan dengan banyak manusia dalam rangka menjual produk kita, maka kita mesti memahami bahwa sifat dasar manusia adalah menyukai penampilan yang baik, bersih, dan ramah. Dan engkau akan menghadapi berbagai jenis karakter manusia, maka janganlah engkau menjadi tipe “Pundungan” ; Apa ya arti bahasa indonesianya?😀 Hmm lebih kurangnya “Gampang sakit hati” atau “Belikan” (Pundungan = Belikan – bahasa sunda)

7. Usahakan fokus pada satu bidang yang telah kita miliki kemampuan dasarnya, jika basic kita sebagai marketing (Pemasar) maka tekuni itu, jika sebagai Produsen, maka lanjutkan itu, yang jelas, sebelum kita melangkah memutuskan suatu usaha, maka sebaiknya menempellah dulu pada para senior kita agar kita bisa banyak belajar dan menyerap ilmu mereka. Karena jika engkau selalu beralih-alih kebidang-bidang yang lainnya, maka selama itu pula engkau akan selalu memulai dari NOL.

8. Jangan pernah lakukan sebuah penghianatan. Ingatlah selalu, hati manusia itu ibarat sebuah kayu, dan penghianatan / kejahatan itu ibarat sebuah paku yang menancap pada kayu. Walau paku tersebut di cabut dari kayu, namun lubang yang ada dipaku itu selalu ada dan terus menganga ^_^ ; Jalan para penghianat akan selalu banyak rintangan dan jauh dari berkah.

9. Fahamilah Takdir, bahwa usaha itu tak selalu mulus, kadang ada rugi dan kadang untung banyak, maka saat engkau  rugi bersabarlah, saat untung maka bersedekahlah.

10. Jangan pernah lupakan do’a dibalik semua usahamu, karena engkau hanya mencari jalan, sedangkan yang menetapkan adalah Allah yang berada diatas langit😀

Sementara, itu saja yang bisa saya bagikan, Insya Allah akan saya sambung dilain waktu dan kesempatan, semoga dimudahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s