Mukhtashar (Ringkasan) Tata Cara Memandikan Mayat


Diringkas Oleh : Muhammad Yusuf Abu Iram Al-Atsary

Inilah ringkasan Tata Cara Memandikan Jenazah.

hal – hal yang harus diperhatikan saat memandikan jenazah :
1. Memandikan 3x atau lebih sesuai yang dibutuhkan atau yang dilihat perlu oleh orang yang memandikan si mayit.
2. hendaklah memandikan dengan hitungan yang ganjil (3x, 5x, 7x dan seterusnya)
3. Hendaklah air yang digunakan untuk memandikan dicampur dengan sidrin (daun bidara) atau yang serupa, seperti sabun dan yang lainnya.
4. Pada akhir air yang diguyurkan hendaklah mencampurnya dengan parfum, kapur barus atau yang sejenisnya.
5. Melepaskan gelungan rambut (jika wanita) dengan baik dan mengkeramasinya.
6. Menguraikan rambutnya (jika wanita mayitnya)
7. Bagi wanita rambutnya dikepangkan 3, kemudian diletakkan dibelakangnya
8. Memulai memandikannya dari bagian sebelah kanan dan membasuh bagian anggota wudhunya terlebih dahulu.
9. Hendaklah memandikan mayit lelaki adalah seorang lelaki, dan mayit wanita oleh wanita, Pengecualiannya akan dibahas berikutnya.
10. Membersihkan saat memandikan menggunakan kain pembersih atau semisalnya dan menggosok-gosokkannya dibawah kain penutup pada sekujur tubuhnya.
11. Seorang Istri dibolehkan memandikan suaminya sendiri dan begitu juga sebaliknya si suami yang paling berhak memandikan istrinya dan tak ada hukum batalnya wudhu si mayit sebagaimana yang diduga dan diyakini oleh kebanyakan kaum muslimin. Aisyah Berkata :Kalau aku telah berniat mengerjakan sesuatu maka aku tak akan mundur, dan tak ada yang lebih berhak memandikan mayat beliau kecuali Istri-istrinya [Hr. Abu Daud, Ibnul Jarud, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ath-Thoyalisi dan Ahmad]
12. Apabila orang yang berihram yang meninggalnya, maka ketika dimandikan tidak boleh airnya dicmpur dengan aroma apapun.
13. Orang yang mengurusi prosesi ini hendaklah orang yang benar-benar mengetahui sunnah-sunnah didalamnya, khususnya dari kalangan karib kerabat.
14. Bagi orang yang memandikan mayat disediakan pahala yang sangat besar namun dengan 2 syarat yang harus diperhatikan :
a) Hendaknya merahasiakan atas apa yang dilihatnya dari si mayat yang mungkin saja kurang dia senangi.
b) Hendaknya seseorang yang memandikan hanya semata-mata mengharap ridho Allah tidak mengharapkan balasan apapun (termasuk meminta 1 gram emas untuk upah mencebokkan si mayit seperti yang terjadi dibeberapa daerah).
15.Bagi orang yang telah memandikan myit, disunnahkan untuk mandi.
16.Tidaklah disyari’atkan memandikan orang yang mati syahid korban perang, sekalipun ada kesepakatan / diketahui dia dalam keadaan junub meninggalnya.

Demikian ringkasannya, semoga bermanfaat.

Sumber : Ahkamu Janaiz buah karya emas Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany -Semoga Allah Merahmati beliau-

About these ads

One thought on “Mukhtashar (Ringkasan) Tata Cara Memandikan Mayat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s